Cermin Kedermawanan Nabi Muhammad dalam Solidaritas Umat
Riwayat Shahih al-Bukhari menegaskan kedermawanan Nabi Muhammad ﷺ, khususnya di bulan Ramadan. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi adalah manusia paling dermawan, dan di bulan Ramadan, kebaikan beliau lebih cepat menyebar daripada angin berhembus.
Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya setiap malam untuk mempelajari Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ lebih cepat dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.
Hadis ini menampilkan Nabi sebagai teladan solidaritas umat. Ali Syariati menekankan bahwa Islam bukan sekadar ritual, melainkan gerakan sosial yang menuntut keadilan dan kepedulian. Dalam pandangannya, kedermawanan Nabi adalah manifestasi nyata dari prinsip tauhid sosial, di mana iman harus melahirkan aksi kolektif untuk menolong sesama.¹
Baca Juga:
Kedermawanan Nabi Muhammad SAW
Permulaan Wahyu
Allamah Thabathaba’i menyoroti dimensi spiritual Ramadan sebagai momentum peningkatan amal. Ia menafsirkan mudārasa Nabi dengan Jibril sebagai simbol keterhubungan antara ilmu dan amal: membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada teks, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata berupa kebaikan sosial.²
Ilmuwan Muslim kontemporer seperti Fazlur Rahman juga menekankan bahwa Al-Qur’an adalah kitab etika sosial.³ Hadis ini, menurutnya, menunjukkan bahwa wahyu tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga membangun masyarakat yang berlandaskan solidaritas.
Dengan demikian, kedermawanan Nabi di bulan Ramadan bukan sekadar sifat pribadi, melainkan teladan universal. Ia mengajarkan bahwa spiritualitas sejati harus melahirkan kepedulian sosial, menjadikan Ramadan sebagai bulan ibadah sekaligus bulan solidaritas.
NOTES
¹ Ali Shariati, On the Sociology of Islam (Berkeley: Mizan Press, 1979), 112.
² Allamah Muhammad Husayn Thabathaba’i, Tafsir al-Mizan, Jilid 20 (Qom: Daftar Intisharat Islami, 1997), 145.
³ Fazlur Rahman, Major Themes of the Qur’an (Chicago: University of Chicago Press, 2009), 87.








Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!