Syiah Bagian Islam, Bantahan terhadap Tuduhan Takfiri

Syiah adalah cabang terbesar kedua dalam Islam setelah Sunni. Tuduhan bahwa Syiah bukan Islam tidak memiliki dasar yang kuat, karena Syiah tetap berpegang pada Al-Qur’an, mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir, serta menjalankan rukun iman dan rukun Islam sebagaimana kaum Muslim lainnya.

Perbedaan utama hanya terletak pada pandangan mengenai kepemimpinan umat setelah wafatnya Nabi. Syiah meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib telah ditunjuk sebagai penerus di peristiwa Ghadir Khum.

QS. Al-Maidah: 67 sering dijadikan dalil oleh Syiah untuk menegaskan hal ini, karena ayat tersebut dianggap sebagai perintah Allah agar Nabi menyampaikan penunjukan Ali secara terbuka.

Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi bersabda: “Ali adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darinya, dan ia adalah wali bagi setiap mukmin setelahku” (Sahih Muslim, Kitab Fadhail al-Sahabah).

Hadis ini sering dijadikan landasan oleh Syiah untuk menegaskan legitimasi kepemimpinan Ali. Dengan demikian, keyakinan Syiah tidak keluar dari Islam, melainkan merupakan interpretasi berbeda atas kepemimpinan pasca-Nabi.

Ulama Sunni klasik seperti al-Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal menegaskan bahwa Syiah adalah salah satu kelompok dalam Islam yang memiliki pandangan berbeda tentang imamah, tetapi tetap berada dalam lingkup umat Muslim.

Al-Ghazali juga menolak pandangan takfiri terhadap Syiah, dengan menekankan bahwa perbedaan dalam masalah politik dan kepemimpinan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengeluarkan mereka dari Islam.

Sejarawan Marshall Hodgson menambahkan bahwa Syiah adalah bagian integral dari sejarah Islam, yang melahirkan tradisi intelektual dan spiritual yang kaya. Menolak Syiah sebagai bagian dari Islam berarti menafikan keragaman internal umat Muslim yang telah diakui sepanjang sejarah.

Referensi

Hodgson, Marshall G. S. The Venture of Islam: Conscience and History in a World Civilization. Chicago: University of Chicago Press, 1974.
Muslim ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim. Kitab Fadhail al-Sahabah.
Asy-Syahrastani. al-Milal wa al-Nihal. Beirut: Dar al-Ma‘rifah, 1992.
Al-Ghazali. Fada’ih al-Batiniyyah. Cairo: Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra, 1964.
“Syiah.” Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses 2 Maret 2026. https://id.wikipedia.org/wiki/Syiah..
Bayu Ardi Isnanto. “Apa Itu Syiah? Sejarah, Ajaran, dan Alasan Banyak Ditolak.” DetikHikmah, 30 Mei 2024.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *